Hidup di dunia ini amatlah sangat singkat, detik demi detik yang kita lewati sangat tidak mungkin untuk bisa diulang, kesempatan beramal soleh serta menumpuk pahala untuk mencapai ridhonya tidak akan bisa dilakukan lagi ketika nyawa sudah sampai dikerongkongan. Maka orang bijak adalah orang yang selalu sadar akan kekurangan dirinya dan tidak menyia -nyiakan setiap detik yang ada yang sudah dianugrahkan allah kepadanya, karna ia tau setiap detik yang sudah ia lewati sangat mahal harganya dan tidak bisa ditukar dengan dunia barang sedikitpun.
Di dalam hadistnya, Rosulullah telah mengibaratkan bahwa hidup di dunia ini ibarat musafir (orang yang sedang melakukan perjalanan). Beliau bersabda :
“ كن في الدنيا كانك غريب او عابر سبيل “
“ Jadilah engkau hidup didunia ini seperti orang asing atau musafir (orang yang sedang melakukan perjalanan)”. .
Sahabat Ibnu Umar menanggapi hadist tersebut dengan mengatakan
“ كن في الدنيا كانك غريب او عابر سبيل “
“ Jadilah engkau hidup didunia ini seperti orang asing atau musafir (orang yang sedang melakukan perjalanan)”. .
Sahabat Ibnu Umar menanggapi hadist tersebut dengan mengatakan
"اذا امسيت فلا تنتظرصباح, واذا اصبحت فلا تنتظر مساء, وخذ من صحتك لمرضك, ومن حياتك لموتك"
“ apabila engkau (berada) di sore hari maka jangan menunggu di pagi hari (untuk mengerjakan kebaikan), dan jika engkau (berada) di pagi hari maka janganlah engkau menunggu hingga sore hari. Dan pergunakanlah waktu sehatmu sebulum datang waktu sakitmu, dan pergunakanlah (sebaik-baiknya) hidupmu sebelum datang ajalmu”
Ulama mengibaratkan juga hidup di dunia seperti kita ingin pergi menempuh perjalanan jauh. Sebelum sampai tujuan kita akan banyak menemukan tempat bersinggah. Dari alam ruh kita pergi kea lam rahim, dari alam rahim kita terus berjalan hingga ke alam dunia, dan kita terus akan banyak menemui tempat bersinggah hingga kita sampai ketujuan yaitu alam akhirat.
Karna hidup didunia ini amatlah sangat sebentar, sebelum kita sampai tujuan wajib bagi kita untuk mengisinya dengan berbagai kebaikan dan amal soleh serta menjadi insan yang berguna bagi sesama, sesuai dengan sabda beliau:
“ خير الناس انفعهم للناس”
“sebaik – baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”
Jadi untuk apa kita menunda – nunda kebaikan di perjalanan yang sangat sempit ini, jika kita di takdirkan mempunyai harta yang lebih, kita bisa mengarahkannya untuk sesuatu yang bermanfaat seperti membantu pembangunan pondok, masjid, madrasah atau yang lainnya. Dan dengan uang tadi kita bisa membantu faqir, miskin dan membantu orang-orang yang membutuhkan. Jika kita diberi kelebihan dalam ilmu kita bisa mengajarkannya kepada orang lain, menuntun orang untuk selalu berbuat amal soleh. Bukankah nabi pernah bersabda :
من دل علي خير فله مثل اجر فاعله " "
“ barang siapa yang menunjukan suatu kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala, seperti pahala orang yang mengerjakan kebaikan tersebut “
Berapa banyak pahala yang kita dapatkan jika kita dapat mengarahkan umat untuk berbuat kebajikan, kalau pun kita tidak memiliki harta dan ilmu kita masih bisa memberikan manfaat kepada umat dengan tenaga ataupun pikiran. Walhasil tidak ada orang yang tidak bisa memberikan manfaat kepada orang lain selagi ada kemauan.
Dan janganlah pernah lupa bahwasanya allah SWT telah berfirman dalam firmannya :
“"ومن يعمل مثقال ذرة خير يراه
“ Barang siapa yang mengerjakan sesuatu yang kecil (dari kebaikan, maka pasti) ia akan dibalas (dengan kebaikan).
Dan juga rusulallah pernah menjanjikan kepada kita di dalam sabdanya :
“"من كان في حاجة اخيه كان الله في حاجته
“ Barang siapa yang bersedia membantu keperluan saudaranya, maka allah SWT akan senantiasa membantu keperluannya”
Pada akhirnya di dunia yang fana ini, di kehidupan yang singkat ini, mari kita perbanyak amal soleh dan kebaikan untuk mencapai ridhonya. Karna, sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan tidak akan sia-sia dihadapan-Nya dan agar kita tidak menyesal kelak ketika kita sudah sampai pada tujuan.
Karna hidup didunia ini amatlah sangat sebentar, sebelum kita sampai tujuan wajib bagi kita untuk mengisinya dengan berbagai kebaikan dan amal soleh serta menjadi insan yang berguna bagi sesama, sesuai dengan sabda beliau:
“ خير الناس انفعهم للناس”
“sebaik – baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”
Jadi untuk apa kita menunda – nunda kebaikan di perjalanan yang sangat sempit ini, jika kita di takdirkan mempunyai harta yang lebih, kita bisa mengarahkannya untuk sesuatu yang bermanfaat seperti membantu pembangunan pondok, masjid, madrasah atau yang lainnya. Dan dengan uang tadi kita bisa membantu faqir, miskin dan membantu orang-orang yang membutuhkan. Jika kita diberi kelebihan dalam ilmu kita bisa mengajarkannya kepada orang lain, menuntun orang untuk selalu berbuat amal soleh. Bukankah nabi pernah bersabda :
من دل علي خير فله مثل اجر فاعله " "
“ barang siapa yang menunjukan suatu kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala, seperti pahala orang yang mengerjakan kebaikan tersebut “
Berapa banyak pahala yang kita dapatkan jika kita dapat mengarahkan umat untuk berbuat kebajikan, kalau pun kita tidak memiliki harta dan ilmu kita masih bisa memberikan manfaat kepada umat dengan tenaga ataupun pikiran. Walhasil tidak ada orang yang tidak bisa memberikan manfaat kepada orang lain selagi ada kemauan.
Dan janganlah pernah lupa bahwasanya allah SWT telah berfirman dalam firmannya :
“"ومن يعمل مثقال ذرة خير يراه
“ Barang siapa yang mengerjakan sesuatu yang kecil (dari kebaikan, maka pasti) ia akan dibalas (dengan kebaikan).
Dan juga rusulallah pernah menjanjikan kepada kita di dalam sabdanya :
“"من كان في حاجة اخيه كان الله في حاجته
“ Barang siapa yang bersedia membantu keperluan saudaranya, maka allah SWT akan senantiasa membantu keperluannya”
Pada akhirnya di dunia yang fana ini, di kehidupan yang singkat ini, mari kita perbanyak amal soleh dan kebaikan untuk mencapai ridhonya. Karna, sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan tidak akan sia-sia dihadapan-Nya dan agar kita tidak menyesal kelak ketika kita sudah sampai pada tujuan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar